febbe

Pages

Kamis, 05 April 2012


Mekanisme Syok Anafilaktik




Fase sensitisasi

Yaitu waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan IgE sampai diikatnya oleh reseptor spesifik pada permukaan mastosit dan basofil.
Alergen yang masuk lewat kulit, mukosa, saluran nafas atau saluran makan ditangkap oleh makrofag. Makrofag segera mempresentasikan antigen tersebut kepada limfosit T dimana ia akan mensekresikan sitokin (IL-4, IL-13) yang menginduksi limfosit B berpoliferasi menjadi sel plasma (Plasmosit). Sel plasma memproduksi Immunoglobulin E (Ig E) spesifik untuk antigen tersebut. Ig E ini kemudian terikat pada receptor permukaan sel Mast (mastosit) dan basofil.



Fase aktivasi

Yaitu waktu selama terjadinya pemaparan ulang dengan antigen yang sama. Mastosit dan basofil melepaskan isinya yang berupa granula yang menimbulkan reaksi pada paparan ulang. Pada kesempatan lain masuk allergen yang sama ke dalam tubuh. Alergen yang sama tadi akan diikat oleh Ig E spesifik dan memicu terjadinya reaksi segera yaitu pelepasan mediator vasoaktif antara lain histamin, serotonin, bradikinin, dan beberapa bahan vasoaktif lain dari granula yang disebut dengan istilah Performed Mediators. Ikatan antigen-antibodu merangsang degradasi asam arakidonat dari membrane sel akan menghasilkan Leukotrien (LT) dan Prostaglandin (PG) yang terjadi beberapa waktu setelah degranulasi yang disebut Newly Formed Mediators.

Fase Efektor

Adalah waktu terjadinya respon yang kompleks (anafilaksis) sebagai efek mediator yang dilepas mastosit atau basofil dengan aktivitas farmakologik pada organ-organ tertentu. Histamin memberikan efek bronkokonstriksi, meningkatkan permeabilitas kapiler yang nantinya akan menyebabkan edema, sekresi mucus dan vasodilatasi. Serotonin meningkatkan permeabilitas vaskuler dan bradikinin menyebabkan kontraksi otot polos. Platelet activating factor (PAF) berefek bronchospasme dan meningkatkan permeabilitas vaskuler, agregasi dan aktivasi trombosit. Beberapa faktor kemotatik menarik eosinofil dan neutrofil. Prostaglandin yang dihasilkan menyebabkan bronchokontriksi, demikian juga dengan leukotrien.


Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/comparative-medicine/2271108-mekanisme-syok-anafilaktik/#ixzz1rB4uFARL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar